Jika diamati foto di atas mungkin kita akan mengira foto tersebut suasana di dalam kelas sebuah SMP, anak-anak dalam foto nampak seperti layaknya anak-anak usia SMP dan sebagian menggunaka
n seragam sekolah. Padahal foto tersebut adalah aktivitas kegiatan belajar pada Paket B di SKB Jakarta Selatan. Pelaksanaan waktu pembelajaran pun berlangsung seperti layaknya sekolah biasa, Paket B SKB Jakarta Selatan ini masuk setiap hari Senin, Selasa, Rabu dan Kamis mulai pukul 08.00 sampai dengan 12.15. Setiap hari warga belajar mengikuti enam jam pelajaran. Pengampu mata pelajaran adalah pamonng belajar SKB Jakarta Selatan.
Rizqi Rinanda, seorang warga belajar Tingkatan 4 Terampil 2 setara Kelas IX, mengikuti program Paket B karena kesulitan biaya sekolah. Rizqi pernah sekolah di sebuah SMP swasta di Jakarta, namun karena tidak mampu membayar berbagai pungutan maka orang tuanya memutuskan untuk masuk ke Paket B yang bebas dari berbagai pungutan. Disini saya merasa senang, seperti sekolah biasa namun tidak terlalu banyak pelajarannya dan tidak sampai sore pelajarannya, demikian kata Rizqi ketika ditanyakan bagaimana perasaannya mengikuti Paket B.
Walaupun mata pelajaran yang diajarkan tidak sebanyak di sekolah biasa, namun tetap diberikan mata pelajaran di luar yang diujiannasionalkan seperti olahraga, agama,keterampilan, dan seni musik. Di samping itu ada kegiatan ekstra kurikuler yaitu kepramukaan, demikian ungkap Sukamto, salah seorang Pamong Belajar SKB Jakarta Selatan.
Akankan hak mereka untuk belajar tetap dipasung karena adanya ketentuan surat edaran Ditjen Pendidikan Dasar tentang batasan usia masuk program Paket B? Dalam waktu tidak lama lagi mereka akan mengikuti ujian nasional program paket. Jika aturan usia diberlakukan secara ketat, maka mereka akan menjadi korban aturan dan harus menunggu di usia 21 tahun untuk mengikuti ujian nasional program paket.
Wallahu 'alam segala kebaikan milik Allah,