Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu
pasang iklan
Tampilkan postingan dengan label ajaran sekh abdul Qadir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ajaran sekh abdul Qadir. Tampilkan semua postingan

JADILAH PERINTIS KEBAIKAN KARENA ADA JUGA DOSA BERANTAI

oleh Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al Badr hafizhahullah

Anas bin Malik berkata, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ ، وَإِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ ، فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ ، وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ
Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan, Namun ada juga yang menjadi kunci kejelekan dan penutup pintu kebaikan. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kebaikan melalui kedua tangannya. Dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kejelekan melalui kedua tangannya”. (HR Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah)
Dan barangsiapa yang ingin dirinya menjadi seseorang yang kunci pembuka pintu kebaikan serta menjadi penutup pintu keburukan, maka hendaknya ia melakukan hal-hal berikut:

jejak seh abdul Qadir AL-Jiylani

PILIH YANG BANYAK ATAU SEDIKIT
                Naluri manusia selalu memilih yang banyak daripada yang sedikit. Ini hitung-hitungan yang wajar. Namun seringkali kita tidak konsekuen dengan pilihan itu, karena sering manusia memilih yang sedikit  karena sudah terlihat oleh mata. Sikap inilah yang sering menjebak kita dalam kerugian. Ibarat petani yang memiliki sejengkal tanah tandus, dia  kehilangan rasa syukur dan mengeluh tanahnya tidak bisa membuatnya kaya. Ladang tandus itu setiap musim hanya menghasilkan singkong, karena Cuma itu yang bisa dilihat mata kepalanya sendiri. Padahal petani itu tidak tahu, bahwa didalam tanahnya ada tambang emas yang sangat mahal.

Jejak ajar seh Abdul Qadir Jaelani



CINTA DUNIA
                Persepsi saya tentang dunia ini adalah dilema yang luar biasa bagi perjalanan hidup manusia. Ketika mbah Kyai di kampung saya menyebut sangkan paraning dumadi , tentang asbabun nusul kehidupan ini, sungguh menjadi perkara yang tidak sederhana dipahami. Saya tidak menafikan   kelalaian saya  akan kerangka berfikir yang menyeluruh, namun cara berfikir yang pragmatis sering menggoda saya untuk menjalani hidup ini  sebagaimana orang-orang lain menjalaninya

Menelusuri jejak ajaran sekh Abdul Qadir jaelani


ILMU
         Beliau adalah  Abu Shalih Sayyid Abdul Qadir bin Musa bin Abdullah bin Yahya Az-Zahid Bin Muhammad bin Daud bin Musa Al-Jauni bin Abdullah Mahdi bin Hasan Al-Mutsni bin Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib.  Beliau dilahirkan pada tahun 470 H dan meninggal tahun 561 H dan dimakamkan di Bagdad. Beliau adalah Ulama besar yang  keilmuanya diakui dunia .

mencari jejak ajar sekh Abdul Qadir Jailani



Mati saat kita masih hidup
                Saya mengenal konsep tentang kebermaknaan hidup ini dalam kegamangan yang nyata. Dikatakan mati disini adalah kosongnya  jiwa, menurut kyai dikampung saya dikatakan dengan istilah sebagai mati sak jroning urip .   Seseorang dinyatakan mati   meskipun secara biologis masih bisa bernafas. Sebagaimana diajarkan   oleh sulthanil ‘auliya’ sekh Abdul Qadir Al-jiylani  bahwa hidup ini belum berarti apa-apa ketika kita belum memiliki kesadaran akan arti hidup. Sebelum manusia sadar akan hubungan dirinya dengan Tuhanya samalah keadaanya dengan mati.

-