Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu
pasang iklan
Tampilkan postingan dengan label Wacana Keislaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wacana Keislaman. Tampilkan semua postingan

Dengan Syair Jalaluddin Rontokkan Kesombongan Orang Fasiq

Jalaludin Rumi, atau Maulana Jalaludin Muhammad. sangat dipengaruhi oleh Sayyid Muhaqqiq dari Termezz. Dialah yang menenggelamkan Rumi kedalam misteri kehidupan spiritual, sejak itulah Jalaluddin mencurahkan perhatianya ke dalam dunia Sufi secara mendalam. Ia menjadi peminat penuh hasrat terhadap syair-syair Arab karya Al-Muntanabbi. Iapun tak jarang mengutip bait-bait Al-Munatanabi dalam karyanya. Apalagi ketika Jalaluddin rumi di tinggal di Aleppo dan Damaskus, ia banyak berguru kepada guru-guru sufi untuk mempelajari teologi formal.

Jalaludin Rumi

   Dalam kazanah puisi nama Jalaluddin Rumi adalah nama besar, yang mampu menginspirasi sisi lain dari jiwa kita yang paling dalam. Pikiran-pikiran komtemplatif yang beliau sampaikan tentu bukan ranah hukum, yang lantas kita bisa jadikan pedoman benar dan salah. Bahkan beliau menyititr  pengakuan dalam syairnya :

Aku bukanlah orang Nasrani, Aku bukanlah orang Yahudi, Aku bukanlah orang Majusi, dan Aku bukanlah orang Islam. Keluarlah, lampaui gagasan sempitmu tentang benar dan salah. Sehingga kita dapat bertemu pada “Suatu Ruang Murni” tanpa dibatasi berbagai prasangka atau pikiran yang gelisah.
       

PAKAI HIJAB YA

 
                    Ponorogo, ( 2-11-2015)
           
 Hijab saat ini mulai ngetrend dikalangan kaum hawa di Indonesia. Alhamdulillah, semoga ini berasal dari kesadaran ya ,. bukan sekedar trend busana.  Salah seorang perempuan  shalihah yang bernama Ummu Abdillah Al-Wadi’iyah berkata:
 “ Sungguh, musuh-musuh Islam telah mengetahui bahwa keluarnya kaum perempuan dgn mempertontonkan aurat adalah sebuah gerbang diantara gerbang-gerbang menuju kejelekan & kehancuran. Dan dgn hancurnya mereka maka hancurlah masyarakat. Oleh karena itulah mereka sangat bersemangat mengajak kaum perempuan supaya rela menanggalkan jilbab & rasa malunya” ( kitab Nasihati li Nisaa’, hal. 91)
               Jadi sebenarnya   tabarruj (mempertontonkan aurat) bukan masalah ringan karena hal itu tergolong perbuatan dosa besar.” 

Israel Gawe pangeram-eram ing wulan ramadlan

Fakta Qur’an tentang Konflik Palestina

Sudah hampir sebulan serangan zionis Israel ke wilayah Gaza, belum ada tanda-tanda pembantaian ini akan segera berakhir. Hingga hari ini(17/1) setidaknya tercatat lebih dari 1100-an jiwa melayang dan limaribuan yang lainnya luka-luka.
Mungkin banyak air mata yang mulai mengering, telinga menjadi panas, dan hati serasa jenuh mendengar pemberitaan korban di Gaza yang terus bertambah. Tapi kita memang harus terus bicara tentang Palestina. Kita harus terus menyuarakan kegelisahan kita, menyampaikan kepedulian kita, atau setidaknya meneriakkan jeritan hati kita melalui takbir dan doa-doa yang terlantunkan. Tidak boleh ada perasaan bosan saat mendengar berita Palestina. Tidak boleh kita berputus asa dalam melantunkan doa-doa untuk saudara kita

ISRAEL GAWE PANGERAM-ERAM ING WULAN RAMADLAN

Ing wulan ramadlan tahun 1435 H iki, mujudake keprihatinan kanggone Wong Islam. Sedulur kita ing Palestine lagi di bantai dening zionis Israel. Nganti tgl 17 Juli 2014 miturut berita media udakara wong 1200an kang tewas lan ewon liyane catu. Pancen issu pelanggaran HAM asring digunaake Amerika lan negara barat liyane, ning dheweke emoh komentar, apamaneh cawe-cawe ing ababagan iki. Ning wong Islam aja nganti bosen lan lirwa, krana Islam mesthi menang ing pungkasane. Allah wus dhawuh : ” Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak”  (QS Ibrahim 42)

wirid kapindo



Cahya Manther Madhangi Jagad
               

                Jagade menungsa iku kayadene langit kang terkadhang peteng kayuban mendhung, terkadhang padhang biru nengsemake. Ananging petenging ati menungsa iku luwih nggegirisi. Mula Nur utawa cahya dadi kawigaten kang mirunggan tumrap wong kang ngulati laku spiritual. Iki kanggo nggampangake pemahaman ing pengenalan hakekate Gusti Allah dhewe. Kaya kapacak ing ayat : Allah iku pengayomane wong-wong kang iman ; Penjenengane ngluwari dheweke ( wong iman ) saka pepeteng    marang  cahya. (QS.2:257).

wirid kapisan



Sapa sira sapa ingsun

                Sedulur, sejatine menungsa iku dudu mung wadag. Blegere jasad kang bisa sinawang bagus lan ayune iku dudu hakikat sing nyata, krana jasad kang wus koncatan sukmo iku dudu menungsa. Yaiku , mayit. Kosok baline, nek sukmo kelangan jasad apa arane ? Mula yen si Fulan wis oleh gelar   al-marhum , dheweke ora bisa diarani menungsa, senajan sejatine ana-ne si Fulan mau isih tetep manjing ing pangangen-angene sanak sedulur lan kumathil ing sejarahe keluarga. Artine anane si Fulan iku tetep ana. Ning, ana ngendi?
                Kaya dene wiji winih-winihan, yen penjenengan sebar tanpa kulite mula ora bakal bisa tuwuh, ananging senajan tho , penjenengan sebar winih ing lemah kang subur kelawan kulite pisan, sapa sing njamin bakal tuwuh kanthi mrajak ? Semono uga kahanane menungsa, bakal sampurna sinebut menungsa lamun bisa kasawang ora mung krana ayu lan ngganthenge wadag, nanging ana makna sing jejeg ing dalem hakekate, mula si Fulan lagi bisa diarani menungsa.

Kenapa sulit memaafkan ?


Memaafkan adalah proses penjernihan emosi, memfitrahkan pandangan hidup atas kesalahan orang lain, dimana kita telah berhasil menundukkan prasangka buruk dan melapangkan masa depan tanpa sedikitpun menjadikan masa lalu sebagai hambatan.
Memaafkan adalah tanda bahwa kau peduli akan kehidupanmu.

pujian : kenapa dilarang ?

Sejak zaman hadulu, di sebagian masjid atau mushalla di Jawa ada kebiasan yang tidak dilakukan di masjid atau mushalla lain, yaitu setelah adzan shalat maktubah dibacakan pujian berupa dzikir, do’a, shalawat nabi atau sya’ir-sya’ir yang islami dengan suara keras. Beberapa menit kemudian baru iqamat. Akhir-akhir ini banyak dipertanyakan bahkan dipertentangkan apakah kebiasaan tersebut mempunyai rujukan dalil syar’i? Dan mengapa tidak semua kaum muslimin di negeri ini melakukan kebiasaan tersebtu? Dengan munculnya pertanyaan seperti itu warga Nahdliyin diberi pengertian untuk menjawab : Apa pujian itu? Bagaimana historisnya? Bagaimana tinjauan hukum syari’at tentang pujian? Dan apa fungsinya?

Apa bener shalat 'Id di Masjid itu Bid'ah ?

Sebagian komunitas muslim ada yang mengatakan bahwa pelaksanaan Shalat hari raya yang dilakukan oleh mayoritas kaum muslimin selama ini adalah bid’ah, menyimpang dari sunnah Rasul SAW, karena –kata mereka- Nabi SAW selalu melaksanakan Shalat 'Id di lapangan, jika tidak ada hujan. Namun jika hujan beliau baru melaksanakannya di masjid. Mereka berkesimpulan, lebih baik mana kita ikut Nabi atau ikut ahli bid’ah? Kalau ikut Nabi SAW, masjid harus dikosongkan dan orang-orang semuanya harus berbondong-bondong pergi ke lapangan untuk Shalat 'Ied.

Pengertian Shalat 'Id.
Shalat ‘Id itu ada dua macam; Shalat ‘Idul Fithri dan Shalat ‘Idul Adha
1.      Shalat 'Idul Fithri ialah shalat dua raka'at yang dilaksanakan pada tanggal 1 Syawwal.
2.      Shalat 'Idul Adha ialah shalat dua raka'at yang dilaksanakan pada tanggal 10 Dzul Hijjah.
Hukum shalat 'Id adalah sunnah muakkadah, karena sejak disyari'atkannya Shalat 'Id (tahun dua Hijriyah) sampai akhir hayatnya, Rasulullah senantiasa melaksanakannya. Jumlah raka'atnya ada dua raka'at. Waktunya sejak Saat matahari naik sepenggalah sampai dengan saat zawal (matahari condong sedikit ke barat). Dalam melaksanakan Shalat 'Id, disunnahkan berjama'ah dan setelah Shalat, imam disunnahkan membaca dua kali khotbah seperti khothbah Juma'ah.

-