Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu
pasang iklan

MENGENAL ALLAH DALAM DIRI SENDIRI

Barang siapa mengenal dirinya niscaya kenalah dia akan Tuhanya
          Hidup manusia dan kehidupanya bukanlah serta merta tanpa adanya asal usul dan arah tujuan. Apabila orang Jawa mengatakan kearifan kalimat " sangkan paraning dumadi " , tentulah hakekat kemanusiaan menjadi titian utama dalam menapaki perjalanan spiritualnya. Orang - orang yang menapaki jalan sabilillah dalam mencari tuhanya sering disebut salik atau orang yang menempuh suluk.
          Rasulullah memberikan arah jalan dalam memulai pencarian itu, bahwa siapa yang mengenal dirinya sendiri maka niscaya ia akan mengenal Tuhanya.  Indikasi dari mana kita  berangkat dalam mencari Tuhan, dapat dimulai dari diri sendiri , sebagai titik awal pencarian karena sebenarnya Roh kita  lebih dahulu telah mengenal Allah . sebagaimana disebutkan dalam al-Qur'an :
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” (QS. Al-A’raf : 172)

Perjanjian antara Allah dan diri kita itu terjadi sebelum roh ditiupkan kedalam tubuh janin diusia 120 hari. Maka secara rohaniah sebenarnya kita telah mengenal Tuhan dalam diri kita, jauh sebelum kita mengenal kesadaran tentang hidup kita. Potensi ilahiah inilah yang disebut sebagai fitrah dan bersemayam dalam hati sanubari kita.
Ketika Allah berfirman " BUKANKAN AKU INI TUHANMU ? dan kita menjawab " BETUL ( Engkau Tuhan kami , ) KAMI BERSAKSI " , maka nilai tauhid adalah fitrah manusia yang diciptakan dengan Fitrah Allah.
 


Wallahu 'alam segala kebaikan milik Allah,

-